Dorong Transformasi Digital dan Energi Bersih, Tenaga Ahli Komisi II MPR RI Kunjungi PT STM

KABARGMP, JAKARTA – Penguatan inovasi teknologi, pemanfaatan sumber daya nasional, serta transformasi tata kelola pemerintahan menjadi sejumlah isu yang mengemuka dalam pertemuan antara Tenaga Ahli A-137 Komisi II MPR RI, Mangatur Simanjuntak, S.T., dengan jajaran PT Sinergi Teknologi Mandiri (STM), Kamis (29/10).

Kunjungan yang berlangsung di kantor PT STM, Menara Imperium LG 50, Jalan H.R. Rasuna Said Super Blok Kav. 1, Jakarta Selatan, tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus membahas berbagai terobosan teknologi dan portofolio proyek perusahaan yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan melalui kerja sama lintas sektor.

Dalam agenda tersebut, Mangatur Simanjuntak mencermati sejumlah inovasi yang dipresentasikan oleh manajemen perusahaan. Ia menilai, pengembangan teknologi harus diarahkan pada pemanfaatan potensi sumber daya Indonesia secara produktif, sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Mangatur, pesan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengenai pentingnya mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam dan kualitas sumber daya manusia perlu diterjemahkan ke dalam langkah konkret, termasuk melalui penguatan inovasi dan pemanfaatan teknologi.

“Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang sangat besar. Potensi tersebut harus dikelola secara optimal melalui berbagai inovasi yang mampu memberikan nilai tambah bagi kepentingan masyarakat luas. Kita juga melihat bahwa agenda pengembangan energi terbarukan yang menjadi perhatian pemerintah membuka ruang peluang yang sangat strategis untuk masa depan bangsa,” tutur Mangatur.

Sementara itu, Vice President Commercial PT STM, Kristanto Johari, menyambut positif kunjungan dan perhatian yang diberikan terhadap pengembangan produk perusahaan. Ia berharap komunikasi dan pertukaran gagasan dalam pertemuan tersebut dapat menjadi landasan bagi terbentuknya kemitraan yang berkelanjutan.

Kristanto juga menegaskan bahwa pengembangan teknologi tidak semata-mata berorientasi pada aspek komersial, tetapi perlu diarahkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan, khususnya dalam menciptakan sistem pemerintahan yang semakin efektif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Kami memandang pertemuan ini sebagai peluang untuk membangun kolaborasi yang lebih luas. Harapannya, berbagai produk dan proyek unggulan yang kami kembangkan dapat memperoleh ruang sinergi dengan pihak-pihak terkait. Kami ingin turut berkontribusi dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, serta didukung sistem pengelolaan data yang akurat demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” jelas Kristanto.

Dalam sesi pemaparan, PT STM memperkenalkan empat bidang produk dan pengembangan usaha yang menjadi bagian dari portofolio perusahaan. Keempatnya mencakup sektor teknologi informasi, transportasi listrik, energi alternatif, hingga industri kreatif.

Adapun produk dan proyek yang diperkenalkan meliputi:

1. Command Center System – Pengembangan sistem pusat kendali melalui teknologi layar interaktif serta penataan ruang dan interior untuk mendukung pemantauan, pengelolaan, dan integrasi informasi berbasis data.

2. Motor Listrik Woow – Produk kendaraan listrik yang diarahkan untuk mendukung efisiensi penggunaan energi sekaligus memperluas alternatif transportasi yang lebih ramah lingkungan.

3. Solar Panel – Solusi pemanfaatan energi matahari sebagai sumber energi terbarukan yang berpotensi mendukung kebutuhan energi secara berkelanjutan.

4. Sruput Kopi – Pengembangan lini usaha di bidang ekonomi kreatif yang mengangkat sektor kuliner dan gaya hidup sebagai bagian dari diversifikasi kegiatan bisnis.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Pembina BASIS PARKESIT, Masri Imansyah; Vice President PT STM, Jimmy Makmur; serta jajaran manajemen perusahaan, di antaranya Yohanes Setiawan dan Rin Rin Gustia Roni. Turut hadir sejumlah mitra bisnis, yakni Nur Ulfah Alfian, Jenu Arifiadi, dan Dana Widjanarko.

Melalui pertemuan ini, kedua pihak diharapkan dapat membuka ruang komunikasi dan penjajakan kerja sama yang lebih konkret.

Pengembangan inovasi teknologi, penguatan sistem informasi berbasis data, serta pemanfaatan energi terbarukan menjadi bidang yang memiliki peluang untuk dikolaborasikan dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Sinergi antara pemangku kepentingan, pelaku usaha, dan pengembang teknologi diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi dapat diwujudkan melalui program yang terukur, berorientasi pada kebutuhan masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dan kemakmuran bangsa. (Rr/Syz08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *